Pengenalan Cloud Computing

Pengenalan Cloud Computing
Pengenalan Cloud Computing - Pengenalan? Cloud computing merupakan identitas dari banyaknya data yang di share dalam satu jaringan penuh. Sistem cloud computing dari identitas revolusi industri dengan beberapa konsep yang diandalkan, yaitu: perubahan dengan cepat, mendasar dan medalam, perubahan tersebut karena hasil pemikiran, pemikiran merupakan proses menjawab pertanyaan, kemampuan bertanya secara jelas, tajam dan mendalam menjadi sangat penting.

{tocify} $title={Table of Contents}

REVOLUSI INDUSTRI - Arnold Toynbee (1889-1975), dalam ungkapannya industri adalah satu fenomena yang dianggap lazim dalam masyarakat modern.
Sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai cloud computing, ada baiknya terlebih dahulu kita bahas terjadinya revolusi industri, perubahan teknologi indutri hingga menjadi cloud computing dan big data pada sistem kerja model komputerisasi.

Resolusi Industri

Resolusi pertama terjadi pada abad ke-18, ditandai dengan dikembangkannya mesin uap oleh James Watt.
  • Pekerjaan mulai digantikan oleh produksi mekanis menggunakan mesin-mesin uap, sudah tidak lagi menggunakan tenaga hewan dan manusia
  • Industrialisasi berkembang dengan pesat. Produksi barang kebutuhan di produksi dengan lebih mudah dan secara massal
  • Revolusi industri pertama juga mempengaruhi pola-pola perekonomian dunia yang sebelumnya menggunakan cara-cara produksi barang secara langsung 
  • Revolusi industri pertama juga memicu lahirnya revolusi industri secara berkelanjutan 
  • Revolusi pertama berhasil meningkatkan rata-rata pendapatan perkapita negara-negara didunia menjadi enam kali lipatnya

Perindustrian dunia beralih ke tenaga listrik yang mampu menciptakan produksi massal sekitar era 1870.
  • Kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (Combustion chamber) era revolusi kedua
  • Pada revolusi ini ditandai juga dengan kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang

Perangkat elektronik mampu menghadirkan otomatisasi produksi di era 1960-1970an.
  • Kemunculan teknologi digital dan internet era revolusi industri ketiga
  • Revolusi dimana perusahaan-perusahaan pada mengalami incumbent "gulung tikar" alias bangkrut, ketika perusahaan tidak mampu menyesuaikan dinamika perubahan industri

Revolusi 4.0 ditandai dengan kemunculan teknologi seperti:
  • Super computer
  • Robot pintar
  • Kendaraan tanpa pengemudi
  • Manusia dipicu untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak di situai proses editing genetik dan perkembangan neuroteknologi

Teknologi Industri

Dalam revolusi industri 4.0, pembelajarannya ada lima teknologi yang menjadi pilar utama dalam mengembangkan sebuah industri siap digital, yaitu:
  1. Internet of Things (IoT)
  2. Big Data
  3. Artificial Intelegence (AI)
  4. Cloud Computing
  5. Additive Manufacturing

1. Internet of Things (IoT)

IoT merupakan sistem perangkat komputasi, mekanis dan mesin digital dalam satu interaksi keterhubungan (interrelated connection) sistem untuk menjalankan fungsinya melalui komunikasi data pada jaringan internet tanpa memerlukan interaksi antarmanusia dan komputer.

Sistem IoT menggunakan empat integrasi komponen, yaitu perangkat sensor, konektivitas, pemroses data dan antarmuka pengguna.

Contoh aplikasi IoT di Indonesia:
Gowes (IoT untuk bike sharing), eFisery (IoT pemberi makan ikan otomatis), Qlue (IoT untuk smart city) dan Hara (IoT untuk pangan dan pertanian).

2. Big Data

Big data adalah istilah gambaran volume besar data yang baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Namun bukan jumlah data dan keluarannya yang penting, melainkan apa yang dilakukan orang atau organisasi terhadap data.

Big data dapat dianlisis lewat pengembangan data untuk pengambilan keputusan maupun strategi bisnis yang lebih baik.

Penyedia layanan big data Indonesia antara lain:
a. Sonar platform
b. Paques platform
c. Warung data
d. Dattabot

3. Artificial Intelegence (AI)

AI memiliki kecerdasan layaknya manusia dan bisa diatur sesuai keinginan manusia dalam teknologi komputer atau mesin. AI bekerja dengan mempelajari data-data yang diterima secara berkesinambungan.

Semakin banyak data yang diterima dan dianalisis AI, semakin baik pula AI membuat prediksi. Aplikasi chalbot dan pengenalan wajah (face recognition) merupakan salah satu contoh dari banyaknya penerapan AI. 

4. Cloud Computing

Komputasi awan (cloud computing) adalah teknologi internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi, dimana pengguna komputer diberikan hak akses (login) menggunakan cloud untuk dapat mengkonfigurasi keseluruhan peladen (server) melalui internet. Contohnya hosting situs website berbasis peladen (server) virtual.

Ada tiga jenis model layanan dan komputasi awan, yaitu:
  • Cloud Software as a Service (SaaS), layanan aplikasi yang telah disediakan oleh infrastruktur awan.
  • Cloud Platform as a Service (PaaS), layanan platform yang telah disediakan untuk pengembangan aplikasi.
  • Infrastructure as a Service (IaaS), layanan infratruktur yang telah disediakan diperuntukkan untuk konsumen dapat memproses, menyimpan, berjaringan dan memakai sumber daya komputasi yang diperlukan oleh aplikasi.
Produk-produk cloud computing Indonesia:
a. K-Cloud
b. CloudKilat
c. Dewaweb
d. IDCloudHost
e. FreeCloud

5. Additive Manufacturing 

Additive Manufacturing merupakan terobosan baru di industri manufaktur dengan memanfaatkan mesin pencetak 3D atau sering dikenal dengan istilah 3D printing digital.

Wujud nyata konsep gambar desain digital dengan ukuran dan bentuk yang sama dengan desain sebenarnya atau dengan skala tertentu.

Manufaktur tradisional buatan secara singkat tidak mampu memproduksi lebih banyak desain seperti teknologi additive manufacturing yang mampu memproduksi barang yang jauh lebih cepat.

Pengenalan Cloud Computing
"Robot tidak akan menghilangkan pekerjaan manusia"; tidak ada yang bisa menggantikan kecerdasan manusia yang lebih kreatif, fleksibel dan mampu beradaptasi terhadap perubahan. -Dikutip dari teknologi Koetsier (2018)


Perbedaan Big data dan Cloud Computing

Cloud Computing

Cloud computing dalam bidang maupun industri IT sering digunakan sebagai pemanfaatan komputasi, baik itu hardware maupun software.

Pemanfaatan teknologi komputer dengan berbasis internet biasanya diwujudkan dalam bentuk layanan (services) yang dapat diakses melalui internet merupakan fungsi dasar cloud.

Cloud computing juga sering disebutkan sebagai komputasi awan (cloud computing) yang merupakan gabungan pemanfaatan komputer dengan pengembangan basis internet.

Cloud computing merupakan sebuah evolusi dan virtualisasi data analisis, berupa arsitektur yang berorientasi layanan menggunakan komputasi utility. Cara kerja cloud computing pun transparan user tidak harus perlu tahu apa yang di belakangnya dan hanya perlu bisa tahu cara aksesnya.

Cloud computing disimpan sementara di perangkat pengguna gabungan dari pemanfaatan komputer dan internet.

Sejarah cloud computing
  • Tahun 1960, awal cloud di publikasikan dengan istilah komputasi awan oleh John McCarthy pakar komputasi dan kecerdasan buatan dari MIT (Massachusetts Institute of Technology).
  • Tahun 1995, wacana Networking Computing cukup populer di sini karena disebutkan lebih cepat.
  • Akhir tahun 90, lahirnya konsep ASP (Application Service Provider) yang ditandai dengan kemunculan banyak perusahaan pengolahan data di teknologi industri.
  • Tahun 2000, gebrakan The End of Software misi yang dikemukakan oleh mantan presiden Oracle "salesforce.com".
  • Tahun 2005 - sekarang, cloud computing semakin meningkat popularitasnya mulai dari sistem, penggunaan dan lainnya. Amazon dengan EC2 (Elastic Computer Cloud), Google dengan Google Cloudm Platform, IBM dengan Bluemix, dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu, dan pengembang gadget yang ada sudah banyak pemakaian cloud diantaranya adalah Evernote, Dropbox, Google Drive, One Drive, Youtube, Scribd, dan lainnya.

Prinsip Kerja Cloud
Dengan cloud computing, tidak perlu menjalankan aplikasi berat di lokal komputer dan tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat lunak untuk setiap komputer. Hanya perlu menangani semua dari awan internet.

Tipe-tipe Cloud Computing
  • Public cloud
  • Private cloud
  • Hybrid cloud

Contoh Servis Cloud
1. Microsoft Azure
Sebelum kamu masuk ke kategori azure ada baiknya kamu Kenalan dengan Microsoft Azure & Azure Active Directory, Solusi kategori azure:
  • Application Development (E-Commerce, IoT, DevOps, DevSecOps)
  • AI Articial Intelligence
  • Cloud Migration
  • Data and Analityc
  • Hybrid Cloud Infrastructure
  • Security and Governance
  • Industry Solution

2. GCP (Google Coud Platform)
  • AI & Machine Learning (Video AI, Cloud Translation)
  • AI Infrastructure (Cloud GPU, Cloud TPU)
  • API (Apigee, API Gateway (beta))
  • Computer (Bare Metal, Computer Engine)
  • Container (Google Kubernetes Engine (GKE))
  • Analisis Data (Data Flow, Cloud Data Fusion)
  • Database (Cloud SQL)

3. Alibaba Cloud
  • Elastic Computing (Virtual Server, HPC, Container Services)
  • Storage (Storage Data Services, Hybrid Storage)
  • Database (Relational Database, Database Cluster)
  • Security (Cloud Security, Data Security)
  • AI
  • Networking (Cloud Network, Hybrid Cloud Network)
  • IoT (IoT Platform)
  • Hybrid Cloud

4. AWS (Amazon Cloud Services)
Elastic Computer Cloud - EC2 (IaaS)
Simple Storage Servis - S3 (IaaS)
Elastic Block Storage - EBS (IaaS)
Simple Queue Service - SQS (PaaS)
CloudFront (S3 Based Content Delivery Network - PaaS)
Consistent AWS Web Services API

Big Data

Big Data, tidak ada definisi tunggal. Dikutip dari wikipedia, big data adalah kumpulan-kumpulan data yang begitu besar dan kompleks mengenai manajemen database, tantangannya meliputi penagkapan, kurasi, penyimpanan, pencarian, berbagi, transfer, analisis dan virtualisasi.

Apa saja yang menghasilkan big data?
Hasil big data meliputi: IoT, Velocity (kecepatan), Real-time (Fast data), Big data analitycs.

Teknologi big data
Big data resposible dalam teknologi yang diberi nama HADOOP, apa itu hadoop?
Hadoop adalah framework opensource berbasis java dibawah lisensi Apache org yang digunakan untuk men-support aplikasi yang berjalan pada aplikasi Bigdata. Hadoop berjalan dengan storage dan komputasi secara terdistribusi ke kluster-kluster dari komputer atau node yang disediakan.

Kelebihan Hadoop
  • Sangat baik untuk mengolah data berukuran besar dan bahkan ukuran 1TB
  • Lebih cepat dalam mengakses data berukuran besar
  • Lebih bervariasi datanya yang bisa disimpan dan diolah datanya dalam bentuk HDFS

Keterbatasan Hadoop
  • Tidak cocok untuk OLTP (Online Transaction Processing)
  • Tidak cocok untuk OLAP (Online Analityc Processing)
  • Tidak cocok untuk DSS (Online Support System)
Berdasarkan beberapa limitasi tersebut dapat disimpulkan bahwa Hadoop adalah pengolahan data besar untuk solusi Big Data berjalan, menjadi pelengkap OLTP, OLAP, DSS jadi HADOOP ini bukan untuk menggantikan RDBMS.

10 Fakta tentang Hadoop

Meskipun hadoop dan beberapa teknologi lain terkait sudah muncul lebih dari 7 tahun dari sekarang, tetapi masih banyak saja orang yang salah paham dengan beberapa konsep tentang hadoop dan beberapa teknologi terkait seperti MapReduce dan Hive. Berikut dibawah ini adalah daftar fakta yang dimaksudkan untuk menjelaskan apakah hadoop itu dan bagaimana kaitannya dengan Business Intelegence (BI), BI berbasis Hadoop, data warehousing dan analytics bisa bermanfaat.

Fakta #1. Hadoop terdiri dari banyak produk
Fakta #2. Hadoop adalah open-source dan tersedia juga di vendor-vendor release open-source
Fakta #3. Hadoop adalah suatu ekosistem, dan bukan suatu produk tunggal
Fakta #4. HDFS adalah suatu file system basis data, bukan database management system (DBMS) teknologi
Fakta #5. Hive mirip dengan SQL, tetapi bukan SQL yang standar sistem kerja basis data
Fakta #6. Hadoop dan MapReduce sistem yang saling terkait tetapi tidak saling bergantung satu sama lainnya
Fakta #7. MapReduce menyediakan kontrol terhadap analytics, bukan hanya melulu anaytics saja
Fakta #8. Hadoop adalah tentang banyaknya keberagaman data, bukan hanya tentang volume data yang ditampilkan saja
Fakta #9. Hadoop jarang sekali dimanfaatkan sebagai pengganti data warehouse meskipun melengkapi data warehouse
Fakta #10. Hadoop memungkinkan berbagai macam jenis analytics data, bukan sekedar web analytics saja
Komptik.

Suka dengan tulisan saya? Kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir atau bagikan konten ini di sosial media. Traktir penulis. external-link

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Sahabat yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post

Baca juga: